Facebook Facebook Facebook Facebook

ANDROID

Showing posts with label Jokowi Ahok. Show all posts
Showing posts with label Jokowi Ahok. Show all posts

JJ Rizal: Jokowi-Basuki "Jongos" Terbaik Pilihan Jakarta

0 comments

KOMPAS IMAGES/VITALIS YOGI TRISNA   
Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) dan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.
 
JAKARTA, - Sejarawan Betawi, JJ Rizal mengatakan kemenangan pasangan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama sebagai kemenangan wong ndeso. Bahkan, ia menyebutkan pasangan Jokowi-Basuki merupakan jongos terbaik pilihan masyarakat Jakarta. Jongos adalah pelayan dalam arti kasar di Jawa.

"Satu hal yang menarik dari kemenangan Jokowi-Ahok ini adalah kemenangan wong ndeso, kemenangan orang kampung. Dimana dalam artian antropologi masyarakat kota yang butuh pembantu, orang Indonesia terutama Jakarta sangat merindukan sosok pembantu," kata JJ Rizal, dalam acara "Polemik Sindo Radio: Belajar dari Pilkada DKI", Warung Daun, Jakarta, Sabtu, (22/9/2012).

Dikatakan oleh Rizal, pasangan Jokowi-Basuki ini merupakan tipe pemimpin yang melayani masyarakat atau dikenal dengan istilah Servant Leadership. "Mereka jongos paling baik untuk publik, pilihan publik. Mereka harus selalu siap sedia melayani tuannya, yaitu rakyat. Mereka ini pembantu yang dianggap paling mewakili pelayanan rakyat," kata JJ Rizal.

Mendengar pernyataan itu, Basuki Tjahaja Purnama yang juga turut hadir dalam acara itu, sontak tertawa mendengar dikatakan "Jongos". Sementara itu, Psikolog Politik, Hamdi Muluk memberikan pesan kepada Basuki untuk jangan selalu mengikuti regulasi partai politik yang mendukung pasangan Jokowi-Basuki.

Seperti yang diketahui, dua parpol pendukung Jokowi-Basuki adalah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). "Tolong dikasih pesan kepada parpol pendukung Anda. 'Hei, saya sekarang penguasanya, regulasi Anda ikut kita'. Lalu buat kontrak politik dengan rakyat. 'Hei rakyat saya jongos Anda sekarang dan kami siap melayani Anda semua'," kata Hamdi Muluk kepada Basuki.

Selain itu Hamdi Muluk juga berpesan kepada Basuki untuk jangan tergoda Pemilihan Presiden 2014. Menjawab itu, Basuki menjawab tidak akan maju di Pilpres 2014. "Masalah capres cawapres, tergoda atau tidak, saya kan nggak punya partai untuk maju mencalonkan diri," kata Basuki.

JJ Rizal pun memotong pembicaraan dan mengatakan kalau sampai Basuki mencalonkan diri di Pilpres 2014, berarti apa yang dibicarakan oleh akun twit anonim @TrioMacan2000 itu benar. "Apa bagusnya sih Trio Macan itu. Akun anonim kok disebut-sebut dan dipercaya," kata Basuki sambil tertawa.


Sumber : http://pilkada.kompas.com / Kumpulan Informasi Menarik / Foto : Jokowi
Tags : Pemerintahan, Politik, Tokoh

Jokowi Menang, Monorel Jakarta akan Terhubung KRL, Busway & MRT

0 comments

Jakarta - PT Adhi Karya Tbk (Persero) akan segera mengusulkan Jakarta Link Transportation atau monorell kepada gubernur Jakarta terpilih, Joko Widodo (Jokowi). Adhi Karya siap menawarkan konsep baru monorel.

Dirut Adhi Karya, Kiswodarmawan menjelaskan monorel Jakarta akan terhubung dengan moda transportasi massal yang sudah ada di Jakarta.

"Sehingga orang turun kereta (KRL), bus rapid (busway), MRT (mass rapid transit) bisa connect ke bangunan-bangunan yang terlewati dengan nyaman, cepat dan terhormat. Itu teknis konsepnya," katanya kepada detikFinance, Jumat (21/9/2012).

Ia mengaku monorel usulan Adhi Karya ini akan berkapasitas 800 orang sekali angkut dan jarak antar monorel hanya 5 menit. Selain itu, monorel sepanjang 13 Km ini akan melewati pusat bisnis, apartemen, perkantoran, sekolah dan hotel.

"Ide Adhi Karya mengajukan feeder bisnis dan commercial area, station MRT, busway, airport train, jadi dari Tanah Abang, Waduk Melati, HI, Dukuh Atas, Kuningan, masuk Mega Kuningan ke arah SCBD trus ke Senayan, total 13 Km, 16 stasiun, melewati 21 mal, 110 office, 16 hotel, pasar dan 26 sekolahan, 19 apartemen," pungkasnya.

Berikut ini usulan rute baru monorail dari Adhi Karya: Tanah Abang-Thammrin City-Grand Indonesia-Dukuh Atas (Ketemu MRT)-Four Seasons Hotel-Taman Rasuna Said-Casablanka-Menara Kadin-Mega Kuningan-Ciputra World-Sampoerna Strategic-Semanggi-SCBD-Ratu Plaza-Senayan.



Sumber : http://finance.detik.com / Kumpulan Informasi Menarik / Foto : Monorell
Tags : Pemerintahan, Politik, Tokoh

Survei: Warga Menilai Kinerja Pemprov DKI Buruk

0 comments

Dua Cagub DKI Jakarta, Joko Widodo dan Fauzi Bowo.
Selain memenangkan Jokowi, survei Soegeng Sarjadi School Goverment (SSSG) juga menunjukkan bagaimana penilaian warga terhadap kinerja Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Saat ditanya mengenai penilaian responden terhadap penanganan masalah kemacetan di Jakarta, mayoritas responden, yakni 54 persen, menilai buruk; 37 persen menilai sangat buruk; dan hanya 6 persen menilai baik.

Demikian pula dengan penilaian terhadap masalah banjir, 57 persen responden menilai buruk, hanya 18 persen yang menilai baik. Adapun penilaian responden terhadap masalah pendidikan hampir berimbang, dengan 45 persen menilai buruk dan 44 persen menilai kinerja pemerintah baik.

Dalam hal pelayanan kesehatan, 49 persen responden menilai buruk, 39 persen menilai baik. Penanggulangan masalah kemiskinan pun masih dinilai buruk oleh 58 persen responden.

Hal yang sama tampak dalam hal penanggulangan masalah korupsi, yaitu 63 persen responden menilai sangat buruk. Menurut para responden, satu-satunya keunggulan Pemprov DKI Jakarta ialah pengembangan pariwisata, yakni dinilai baik oleh 54 persen responden.

Telesurvey SSSG juga memperlihatkan pasangan Jokowi-Ahok sangat diharapkan warga memimpin Jakarta dan mengatasi masalah kemacetan, banjir, pendidikan, kesehatan, dan lapangan kerja.
Misalnya, ketika ditanya, pasangan mana yang mampu mengatasi kemacetan, 39 persen responden memilih Jokowi-Ahok, 35 persen memilih Foke-Nara. Hasil yang sama terlihat dalam hal penanggulangan banjir, 40 persen menilai Jokowi-Ahok mampu mengatasi masalah kemacetan di Jakarta.

Menanggapi kekalahan Foke dalam survei SSSG, pengamat politik dari CSIS, J Kristiadi, menyatakan, kajian ini dapat mewakili pandangan kelas menengah. Keberhasilan sistem demokrasi dalam penentuan pemimpin Jakarta pun ditentukan oleh kelas menengah.

"Karena itu, kalau mau perubahan, datang ke TPS karena peran penting warga untuk perubahan sangat besar," ujarnya.

Kristiadi mengatakan, salah satu barometer terpilihnya seorang pemimpin ialah kepercayaan dari masyarakat.

"Kenapa selisih hasil surveinya enggak jauh? Incumbent, tingkat kepercayaan dari masyarakat dibilang kecil. Sementara Jokowi lebih unggul. Ini soal trust. Ia berhasil memimpin di Solo. Belum tentu dia mampu memimpin di Jakarta, tapi dari pengalamannya, rakyat akhirnya menaruh harapan," kata Kristiadi.

Sumber : kompas.com / Kumpulan Informasi Menarik / Foto : Foke-Jokowi
Tags : Pemerintahan, Politik, Tokoh

Dicemooh Pendukung Foke, Ahok: Kita Lihat 20 September

0 comments

JAKARTA -- Pada acara deklarasi damai Pemilukada DKI putaran kedua, calon wakil gubernur (cawagub) nomor urut tiga, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mendapatkan sentimen negatif dari pendukung pasangan cagub Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli (Foke-Nara).

Hampir setiap perkataan yang keluar dari mulutnya, disambut ejekan dan cemoohan oleh ratusan pendukung cagub nomor urut satu itu.

"Sudah biasa, kami sudah biasa dibegitukan. kita lihat saja, 20 September nanti, siapa yang malu," ujar dia di Lapangan Silang Monas, Kamis (13/9).

Saat menjelaskan perihal ketidakhadiran pasangannya, Jokowi, Ahok berkata, “Pak Jokowi menyampaikan permintaan maaf, karena beliau baru mendapatkan cuti besok. Sekarang beliau masih di Solo menjalankan tugasnya sebagai wali kota Solo,".  Ucapannya itu disambut dengan cemooh dan ejekan dari pendukung Foke-Nara.

Dengan santai Ahok menimpalinya, "Kan masih halal bihalal, masa menyampaikan permintaan maaf ditolak,”. Ratusan pedukung Foke-Nara yang hadir sore itu, tampak bersemangat. Terutama menimpali setiap ucapan yang keluar dari mulut Ahok.

“Kami pasangan nomor 3 mengimbau warga DKI kalau ditemukan pasangan nomor 1 lebih baik, lebih jujur teruji dan bershi, transparan profesional dari pada kami, maka warga DKI kami imbau pilihlah nomor 1. Tetapi, kalau ternyata menurut penilaian warga DKI pasangan nomor 3 lebih teruji jujur ,bersih, transparan, dan profesional, maka pilihlah kami nomor 3,” ucapnya yang disambut teriakan pendukung Foke-Nara. 


Sumber : republika.co.id / Kumpulan Informasi Menarik / Foto : Ahok
Tags : Pemerintahan, Politik, Tokoh

Meriah Halal Bihalal Jokowi di Kelapa Gading

0 comments

Jakarta -Pasangan calon gubernur-wakil gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama Rabu 12 September 2012 mengadakan acara halal bihalal bersama warga masyarakat Kelapa Gading, Jakarta Utara. Sekitar 800-an warga memadati halaman parkir Balai Samudra yang menjadi lokasi acara.

Jokowi dan Basuki dijadwalkan hadir dalam acara ini pada jam 17.00. Di halaman Balai Sudirman, berjejer para pedagang makanan mulai dari bakso, sate, ketoprak, soto, mie godog, es krim dan aneka jajanan rakyat lainnya. Para pengunjung bisa menikmati makanan dengan gratis. Pusat jajanan tersebut ditempatkan di sisi kanan dan kiri panggung utama, di dalam tenda bernama Kuliner Rakyat.

Di sisi kiri panggung utama, berdiri stand pengobatan gratis dan donor darah. Dalam stand pengobatan gratis, terlihat dokter yang memeriksa puluhan warga yang mengantri untuk diperiksa. Di sebelah meja dokter, berdiri mobil berjalan tempat di mana pasien bisa mengambil obat dengan gratis.

"Sampai jam 16.00 sudah lebih dari 200 orang berobat gratis," kata dr. Ida pada Tempo, Rabu, 12 September 2012. Kebanyakan yang mengantre adalah anak-anak dan ibu-ibu.

Tepat di sebelah stand pengobatan gratis, terdapat tenda donor darah. Tiga kasur donor terbaring bagi para pendonor, sementara para pengunjung mengantre untuk bisa mendonorkan darah mereka.

Beragam atraksi budaya dan musik juga disajikan untuk menghibur pengunjung. Atraksi barongsai, pencak silat serta musik tandjidor ikut menghibur penonton yang masih setia menunggu kedatangan Jokowi dan Basuki. Pertunjukkan musik live band juga berhasil menyedot perhatian penonton.
 


Sumber : tempo.co / Kumpulan Informasi Menarik / Foto : Jokowi
Tags : Pemerintahan, Politik, Tokoh

Jokowi: Skype itu Jalan-Jalan di Dunia Maya

0 comments

Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarno Putri bersama Calon Gubernur Jakarta Joko Widodo. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo
Jakarta: Kesibukan sebagai wali kota Surakarta membuat calon gubernur DKI Jakarta Joko Widodo hanya bisa menyambangi ibu kota pada akhir pekan. Di era perkembangan teknologi seperti sekarang ini, Jokowi menyiasati masalah ini dengan menggunakan teknologi Skype agar bisa tetap berdialog dengan warga.
"Skype itu kan hanya saya jalan-jalan di dunia maya, ya kayak gini-gini (sedang berjalan di kampung mengunjungi warga). Yang penting jalan ke kampung-kampung tidak harus lewat jalan darat. Di dunia maya pun saya lakukan," kata Jokowi saat menyambangi warga Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan, Ahad, 9 September 2012.

Pasangan Basuki Tjahaja Purnama ini pun mengelak jika program Skype yang ia selenggarakan merupakan bentuk kampanye terselubung. Menurut ia, dialog bersama warga melalui Skype sama sekali tidak menyinggung masalah kampanye.

"Kampanye kan menyampaikan visi misi, mengajak mencoblos. Kita tidak pernah ada kayak gitu. Sama saja kayak gini tapi kan di dunia maya," katanya.

Ia memberi contoh percakapan yang ia lakukan bersama warga. Dialog hanya berkisar pada pembicaraan mengenai kehidupan warga sehari-hari seperti jumlah penghasilan, keluhan terhadap masalah di Jakarta.

Menurut Jokowi, sosialisasi mengenai dia dan Basuki, baik melalui Skype maupun peredaran video YouTube seperti Editorial: Mengapa Harus Memilih Jokowi-Basuki merupakan bentuk perkembangan teknologi. "Dunia IT itu dunia kecerdasan menurut saya, dunia kreatif," katanya.

Yang terpenting, Jokowi melanjutkan, ia tidak pernah mengajak warga untuk memilih dirinya di luar masa kampanye. "Kalau saya nggak pernah ngajak kok. Saya nggak pernah ngajak, kalau orang lain, saya nggak ngerti," katanya.

Jokowi telah berSkype bersama warga Jakarta dalam sebulan terakhir. Tercatat sudah enam kali Jokowi menyelenggarakan acara Skype. Durasi dialog jarak jauh antara Jokowi dan pendukungnya ini berlangsung sekitar 40 menit. Warga Kebon Jeruk dan Menteng Trenggulun adalah warga yang pernah berdialog jarak jauh dengan Jokowi.


Sumber : tempo.co / Kumpulan Informasi Menarik / Foto : Megawati-Jokowi
Tags : Pemerintahan, Politik, Tokoh

Jokowi Berpeluang Menangkan Pilgub Putaran II

0 comments

JAKARTA - Hasil polling MNC Media Research menunjukkan pasangan Joko Widodo-Basuki Tjahja Purnama (Jokowi-Ahok) berpeluang memenangkan Pemilihan Gubernur DKI Jakarta putaran kedua.

Berdasarkan hasil polling yang dilakukan 10 hari sejak pilgub putaran pertama usai, ternyata tingkat elektabilitas pasangan Jokowi-Ahok meningkat 6,5 persen dibanding hasil rekapitulasi suara KPU DKI Jakarta, yaitu dari 42,6 persen menjadi 49,07 persen. Demikian seperti rilis yang diterima Okezone dari MNC Media Research, Kamis (26/7/2012).

Sementara itu, perolehan suara pasangan incumbent, Fauzi Bowo dan Nachrowi Ramli (Foke-Nara), yang dalam penghitungan akhir KPU DKI Jakarta meraih 34,05 persen suara, turun menjadi 20,83 persen.

Masih berdasarkan hasil polling, peningkatan elektabilitas Jokowi-Ahok ketimbang Foke-Nara tak lepas dari limpahan suara pendukung empat cagub lain yang tidak masuk putaran kedua.

Responden yang mengaku sebelumnya mendukung Hendardji Supandi, memberi dukungan suaranya kepada pasangan Jokowi-Ahok, ditambah 43 persen suara responden pendukung Faisal Basri-Reza Patria.

Sementara itu, 73 persen responden yang sebelumnya mendukung Hidayat Nurwahid-Didik J Rachbini memercayakan suara mereka ke pasangan Jokowi-Ahok. Responden yang sebelumnya mencoblos pasangan Alex Noerdin-Nano Sampono, 67 persen di antaranya, mengalihkan suaranya pada Jokowi-Ahok.

Polling dilakukan pada Sabtu, 21 Juli 2012 melibatkan 400 responden berusia 17 tahun ke atas yang dipilih secara acak sistematis melalui buku telepon residensial terbaru terbitan April 2012.

Responden berdomisili di lima daerah Jakarta. Jumlah responden di setiap daerah ditentukan secara proporsional. Tingkat kepercayaan 95 persen dengan ambang kesalahan plus-minus 4,9 persen.

Responden yang berpartisipasi merupakan masyarakat kelas menengah. Sebanyak 56 persen di antaranya berpenghasilan lebih dari Rp2 juta per bulan. Responden pegawai perusahaan swasta, wiraswasta, dan pengusaha (40%). Mayoritas responden juga sudah menamatkan pendidikan minimal SMA (80%).

Hasil polling lebih merupakan cerminan preferensi politik kelas menengah Jakarta. Hasil polling tidak dimaksudkan untuk merepresentasi pendapat seluruh warga Jakarta.

Sumber : okezone.com | Kumpulan Informasi Menarik | Foto : Jokowi Ahok
Tags : Politik, Ekonomi

Jokowi dalam Terawangan Ahli Metafisika

0 comments

Yogyakarta- Ahli metafisika rupanya ikut berpartisipasi meramaikan pemilihan Gubernur DKI Jakarta melalui "gotak-gatik" kode rahasia yang dipelajari secara ilmiah.

Hasilnya, nama Joko Widodo lebih selaras dengan alam dan memungkinkan dia menjadi pemimpin yang berhasil ketimbang Fauzi Bowo.

Doktor dalam ilmu pengetahuan metafisika, Arkand Bodhana Zeshaprajna, menjelaskan, melalui indeks name dan index coherence antara keduanya, nilai Jokowi lebih tinggi ketimbang Fauzi Bowo, yakni 1.0, sementara Fauzi Bowo 0.3. Adapun index coherence keduanya sama-sama memiliki angka 0.8. "Pendek kata, semesta mendukung karena index name Jokowi memiliki sinkronitas waktu keberuntungan yang tepat di waktu yang tepat," ujar doktor lulusan University of Metaphysics di Amerika Serikat ini kepada Tempo di Yogyakarta, Kamis, 19 Juli 2012.

Dengan sinkronitas waktu yang dimiliki Jokowi dan alam semesta mendukungnya, maka berbagai keberuntungan akan bersama Jokowi saat memimpin. Keberuntungan dalam memimpin ini lantaran Jokowi memiliki kemampuan dalam memanfaatkan waktu. "Jokowi orang yang tepat, pada waktu yang tepat karena memiliki sinkronitas dengan alam menurut angka index name itu," katanya.

Index name
 adalah parameter yang menunjukkan tingkat kesesuaian antara kesempatan alamiah dan keberadaan diri. Rentang index name adalah 0.05 hingga 1.0. Semakin tinggi nilai index name, maka semakin besar pula peluang yang terdapat di dalam nama tersebut untuk mencapai sukses bagi seorang pemimpin. Rentang nilai seorang pemimpin untuk index name adalah 0.8-1.0.

Index coherence
 adalah parameter utama yang menunjukkan tingkat kematangan dalam satu atau beberapa bidang, keberanian dalam mengambil keputusan, daya juang, keteguhan, dan karisma. Rentang nilai index coherence adalah 0.1 hingga 1.0. Semakin tinggi nilai index coherence, maka semakin besar pula daya yang terdapat di dalam nama tersebut untuk memimpin. Kesuksesan untuk seorang pemimpin mampu menjadi pemimpin jika angka index coherence adalah 0.7-1.0.

Dengan keselarasan alam inilah, Arkand berpendapat, kemunculan Jokowi untuk Jakarta memang dibutuhkan orang karena berada pada titik kejenuhan. Maka dia tak heran ketika pada putaran pertama pasangan Jokowi-Ahok telah memenangkan suara hingga 43 persen. "Karena orang sudah berada pada titik jenuh," katanya. "Nah, Jokowi muncul pada timing yang tepat."

Sementara Foke, yang memiliki struktur rendah, yakni 0.3, tak memiliki sinkronitas waktu dengan alam. Padahal, menurut index coherence, Foke dan Jokowi orang-orang yang dinilai memiliki kemampuan dengan index name 0.8. Foke, kata Arkand, jelas punya kemampuan yang baik, tetapi apa yang dibutuhkan orang tidak tepat dengan keputusannya. "Misalnya butuh A, yang ada F. Butuh F yang ada Z. Sementara pada Jokowi, dia memberi A ada A, ini karena Jokowi punya timing yang pas," kata Arkand.

Arkand menyarankan, "Jangan memilih pemimpin yang memiliki struktur indeks rendah karena dia tidak akan mampu merealisasikan hal-hal baik."

Dalam kode rahasia, Arkand juga memaparkan soal gaya kepemimpinan Jokowi dan Foke yang cocok dengan kepemimpinan mereka saat ini. Kode mayor dari struktur itu, Jokowi mendapatkan angka 4, sementara Foke angka 1. Artinya, gaya kemimpinan Jokowi lebih merakyat ketimbang Foke. Menurut kode itu, Foke bukan berarti tak memiliki kemampuan sebagai pemimpin. “Tapi dia lebih cocok menjadi kepemimpinan di atas seperti militer, bukan memimpin rakyat,” kata Arkand. Tak mengherankan, kata Arkand, Foke kurang dekat dengan rakyat dan berjarak.

Arkand mengaku tak mendukung salah satu calon mana pun. Dia terpanggil karena ilmu metafisika sudah dia geluti berpuluh tahun. "Ini bukan ilmu klenik, tapi ilmiah," ujarnya. Menurut dia, segala sesuatu dalam alam semesta ini berlangsung dalam satu keteraturan. Keteraturan ini yang memungkinkan manusia menemukan berbagai pola dalam kehidupan sehari-harinya. Pengamatan menghasilkan kumpulan data yang diolah menghasilkan teori, hukum, rumus, dan konstanta.

Sumber : tempo.co | Kumpulan Informasi Menarik | Foto : Jokowi
Tags : Pilkada DKI Jakarta 2012

PILKADA DKI: Jokowi-Ahok Dinyatakan Sah Raih 42,6% Suara

0 comments

JAKARTA – Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta dengan nomor urut 3, Joko Widodo-Basuki T. Purnama dinyatakan unggul secara sah dengan meraih 42,60% suara dalam Rapat Pleno Rekapitulasi Penghitungan Hasil Pilkada DKI Jakarta Tingkat Provinsi.

Ketua Komisi Pemilihan Umum DKI Dahliah Umar menyatakan belum akan mengumumkan Hasil Pilkada DKI dan calon terpilih pada pertemuan di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (19/7/2012).

“Sesuai dengan agenda hari ini hanya akan dilakukan proses rekapitulsai penghitungan suara. Untuk hasil dan calon terpilih baru akan diumumkan besok di Kantor KPUD,” ujarnya, hari ini.

Sebagai bentuk kehati-hatian, sambungnya, paling lambat hasil baru akan diumumkan besok (Jumat,20/7)). Dalam hal ini, KPUD perlu melakukan pengecekan lagi secara lebih teliti, baru kemudian dilakukan penetapan.

Menurut Dahliah, berdasarkan UU No.29/2007, proses pemilihan putaran kedua akan dilaksanakan jika tidak ada pasangan calon yang memperoleh suara lebih dari 50%. Aturan yang ada, sambungnya sudah mengatur hal tersebut.

Aminullah, Ketua Pokja Pendataan Pemililih KPUD DKI, mengungkapkan bahwa sudah pasti akan masuk putaran ke dua karena tidak ada calon yang mendapatkan perolehan suara sampai 50%. Nantinya, proses pilkada akan tetap menggunakan nomor urut yang sama, yaitu untuk nomor urut 1 dan 3.

Hasil rapat pleno tersebut menunjukkan bahwa pasangan Jokowi-Ahok mendapatkan 1.847.157 suara, unggul di lima kota adminsitrasi (Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Jakarta Utara, dan Jakarta Pusat). Sementara pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi dengan nomor urut 1 mendapatkan 1.476.648 atau 34,05% suara, dan menang di Kabupaten Kepulauan Seribu.

Dari total pemilih 6.962.348 yang terdaftar dalam daftar pemilih tetap, 4.407.141 pemilih menggunakan hak suaranya. Sementara 2.555.207 pemilih tidak menggunakan hak pilihnya, atau terdapat 37% merupakan golongan putih (golput).

Melalui rapat pleno tersebut, KPUD menetapkan pasangan Hidayat Nur Wahid-Didik Rachbini meraih 11,72%  suara atau 508.113 pemilih. Kemudian pasangan Faisal Basri-Biem Benyamin dengan perolehan 4,98% suara (215.935 pemilih), sedikit lebih tinggi dari pasangan Alex Noerdin-Nono Sampono dengan 4,67% suara (202.643 pemilih). Sementara pasangan Hendardji Soepandji-Ahmad Riza Patria berada pada urutan terakhir dengan 1,98% suara  atau 85.990 pemilih.

Denny Iskandar, Tim Kampanye Jokowi-Ahok menyatakan akan mengikuti setiap keputusan yang diambil oleh KPUD terkait penyelenggaraan proses pemilihan umum putaran kedua. Adapun, sebelumnya ia mempertanyakan aturan yang menjadi acuan bagi KPUD dalam menetapkan hasil pilkada ini.

Apakah menggunkan UU No.29/2007 atau UU No.12/2008. Aturan dalam UU No.12/2008 menyebutkan bahwa pemilihan umum menjadi dua putaran jika tidak ada pasangan calon yang memperoleh suara kurang dari 30%. Kalau mengacu pada aturan tersebut, maka ada peluang bagi pasangan Jokowi-Ahok untuk memenangkan pemilihan ini tanpa memasuki proses pemilihan di putaran kedua.

“Kami ikut dengan apa yang sudah menjadi keputusan KPU (dalam menetapkan hasi pemeli). Tidak masalah (kalau pun harus dua putaran),” sebutnya.

Denny menyampaikan bahwa KPUD perlu membuka kesempatan untuk melakukan perubahan pada DPT, setidaknya pada calon pemilih yang sudah berusia 17 tahun saat diberlangsungkannya pemilihan umum putaran kedua pada September nanti.

Selain itu, waktu pelaksanaan pilkada putaran kedua yang ditetapkan akan berlangsung pada Kamis, 20 September, menurutnya, bisa dipertimbangkan untuk dimajukan pelaksanaannya menjadi Rabu, 19 September.

“Kalau Kamis itu khawatir masyarakat maunya liburan, jadi tidak ikut memilih. Tapi, kalau dimajukan jadi Rabu, setidaknya mereka tetap akan menggunakan hak pilihnya,” ungkap Denny.

Ketua Panitia Pengawas Pemilu Ramdansyah mengungkapkan bahwa temuan di wilayah Jagakasa, Tanjung Barat, Jakarta Selatan, merupakan bentuk adanya potensi pelanggaran pidana pada pelaksanaan pilkada.

Diketahui bahwa terjadi perubahan hasil pada 3 pasangan calon nomor urut 1, 2, dan 4 dengan dugaan adanya penggelembungan hampir 4.000 suara. Hasil penghitungan yang masuk dalam proses rekapitulasi, ujar Ramdansyah, sudah diperbaiki sesuai dengan ketentuan yang ada.

“Kami sudah memanggil PPK (panitia pemilihan kecamatan), PPS (panitia pemungutan suara), total ada 9 orang saksi yang akan dimintai keterangan terkait hal tersebut,” paparnya.

Hal tersebut diminta oleh Denny agar panwas dapat menidaklanjuti temuan tersebut. Dia mengungkapkan 4.000 suara merupakan angka yang besar, apakah itu hanya kesalahan dalam pencatatan, atau sebuah tindakan penggelembungan. (bas)

Sumber : bisnis.com | Kumpulan Informasi Menarik  | Foto :Jokowi, Ahok
Tags : Pilkada DKI Jakarta 2012

8 Janji Jokowi

0 comments

Jakarta Jokowi-Basuki (Ahok) melejit dalam hitung cepat pilgub DKI Jakarta. Kelak jika mereka benar-benar memimpin Jakarta, maka harus berupaya keras mewujudkan janji yang disampaikannya pada saat kampanye. Apa saja janjinya?

Janji-janji Jokowi-Ahok tertuang dalam visi dan misi serta sejumlah program yang disampaikannya pada saat kampenye. Berikut ini janji-janji Jokowi:

1. Revitalisasi pemukiman padat dan kumuh

Dalam bidang penataan kota, Jokowi-Ahok berjanji melakukan intervensi sosial untuk merevitalisasi pemukiman padat dan kumuh. Meski demikian mereka tidak akan melakukan penggusuran.

Untuk kalangan menengah ke bawah, pasangan ini menjanjikan pembangunan superblok. Bangunan ini merupakan rumah susun yang dilengkapi ruang publik berupa taman, pasar, dan pusat layanan kesehatan.

2. Mengatasi banjir

Banjir merupakan masalah klasik di Jakarta. Untuk itu Jokowi dan Ahok hadir membawa janji untuk mengatasi masalah ini. Cara yang dilakukan antara lain melakukan pembangunan embung/folder untuk menangkap dan menampung air hujan di setiap kecamatan dan di setiap kelurahan.

Jika jadi gubernur DKI, Jokowi melalui Pemda DKI akan membeli daerah tangkapan air seperti situ atau waduk di hulu sungai agar debit air yang masuk ke Jakarta bisa dikendalikan. Selain itu akan dijalin kerja sama dengan daerah penyangga Jakarta untuk membuat sebuah otoritas yang mengatur dan mengelola sungai-sungai yang bermuara di Jakarta.

Cara lain untuk mengatasi banjir yang diusulkan mereka adalah dengan mengintegrasikan seluruh saluran drainase agar terkoneksi dengan kanal-kanal pembuangan air.

3. Merintis Angkutan Massal

Untuk mengatasi kemacetan di Jakarta, menurut Jokowi-Ahok adalah dengan memperbanyak angkutan massal. Jika angkutan massal yang nyaman banyak tersedia, maka warga akan meninggalkan kendaraan pribadinya.

Jokowi-Ahok akan memperbanyak armada angkutan umum, terutama bus TransJakarta di koridor-koridor yang tetap dipertahankan sebagai jalur bus khusus. Penambahan bus TransJ juga diyakini bisa meminimalkan pelecehan seksual di dalam angkutan umum. Selain itu dirintis juga pembangunan MRT/subway.

Nantinya sebagian busway akan diubah menjadi railbus yang berkapasitas lebih besar. Dengan demikian yang digarisbawahi adalah pergerakan orang, bukan pergerakan mobil.

Keduanya berjanji akan bekerja sama dengan pemerintah sekitar Jakarta untuk membuat otoritas pelayanan transportasi Jabodetabek agar persoalan mobilitas warga bisa ditangani oleh badan yang memiliki otoritas lintas daerah. Selain itu kendaraan umum seperti Metro Mini, Kopaja, dan bus akan diganti dengan kendaraan yang lebih layak agar warga nyaman menggunakan kendaraan umum.

Pembatasan penggunaan kendaraan pribadi juga akan dilakukan melalui sistem Electronic Road Pricing (ERP), sewa parkir yang tinggi, pengaturan kendaraan berdasarkan nomor polisi genap-ganjil, dan pengaturan jam kerja.

4. Layanan Kesehatan Gratis

Kartu Sehat akan diluncurkan begitu Jokowi menduduki kursi DKI 1. Kartu ini bisa memperpendek jalur birokrasi pelayanan kesehatan di rumah sakit pemerintah. Pembayaran layanan ini ditanggung pemerintah.

Selain itu akan disediakan Pusat Kesehatan Masyarakat di pasar-pasar tradisional, terutama pasar-pasar yang dibangun di superblok untuk kalangan menengah ke bawah.

5. Bangun Mal PKL, Ruang Publik & Revitalisasi Pasar Tradisional

Pengalaman Jokowi menata 5.817 pedagang kaki lima (PKL) di Solo tanpa unjuk rasa akan diterapkan di Jakarta. Dia berjanji akan membangun mal khusus bagi PKL agar lebih tertib sehingga tidak mengganggu pengguna jalan.

Keberadaan pasar tradisional juga akan diperhatikan sehingga bisa bersaing dengan pasar modern dan menggerakkan perenomian warga kota. Hal ini dilakukan Jokowi karena pasar modern tidak menolong rakyat kecil. Padahal jika pasar tradisional dan PKL dikelola dengan baik bisa mendatangkan untung besar.
Jokowi-Ahok ingin memfasilitasi pergaulan warga dengan menyediakan sarana mengekspresikan diri. Hal itu akan dilakukan dengan menyediakan ruang-ruang publik.

Mereka juga menjanjikan membangun kebudayaan warga kota dengan berbasis komunitas. Akan dibangun pula pusat kebudayaan Jakarta di lima wilayah administratif. Keduanya juga berjanji merevitalisasi dan melengkapi fasilitas kawasan Old Batavia. Tujuannya adalah agar menjadi daya tarik wisata sejarah dan budaya di Jakarta.

6. Birokrasi Bersih & Profesional

Pemerintahan daerah tak lepas dari yang namanya birokrasi. Karena itu Jokowi-Ahok berjanji akan melaksanakan reformasi birokrasi agar pemerintahan berjalan bersih, transparan, dan profesional.

Waktu pengurusan izin juga akan dipercepat. Dengan demikian waktu pengurusan izin akan lebih pendek, maksimal hinga enam hari kerja.

7. Gubernur & Wagub Tanpa Voorijder

Bagi Jokowi dan Ahok, gubernur dan wakilnya harus bisa merasakan keadaan warga. Karena itu mereka berjanji tidak akan menggunakan voorijder yang membuat mereka tidak merasakan kemacetan jalanan Ibukota.

Jokowi-Ahok juga berjanji hanya akan berada di kantor selama 1 jam. Sisa waktunya akan digunakan untuk meninjau proses pembangunan dan pelayanan publik di lapangan. Untuk mendukung pelayanan hingga ke tingkat terkecil pemerintahan, insentif pada Ketua RT dan RW pun dijanjikan untuk dinaikkan.

Kepada wartawan pun dia berjanji selalu terbuka bila terpilih sebagai gubernur DKI. Jokowi berjanji tidak akan ngambek atau tersinggung bila ada pertanyaan wartawan yang dinilai menyudutkan.

Mereka juga berjanji meniadakan pentungan dan perlengkapan yang memungkinkan Polisi Pamong Praja melakukan kekerasan terhadap warga.

8. Pendidikan Gratis

Kartu Jakarta Pintar akan diluncurkan setelah Jokowi-Ahok menduduki kursi gubernur DKI. Dengan kartu ini maka warga Jakarta dapat merasakan pendidikan gratis dari SD hingga SMA.

Ide kartu pintar ini muncul karena sepanjang pengetahuan Jokowi-Ahok, banyak anak yang putus sekolah di SMP dan SMA. Program yang sama, menurut Jokowi, telah berhasil diterapkan di Solo selama 5 tahun.

Dalam kampanye di Kampung Sawah, Gandaria Selatan, Jakarta Selatan, Jumat (29/6) lalu Jokowi berkomitmen merealisasikan apa yang telah disampaikan kepada warga. "Kalau apa yang saya sampaikan tidak terbukti, tagih janji itu. Tapi enggak, saya sudah berbicara dan sudah dilaksanakan untuk bapak dan ibu," ujarnya.

Sumber : detiknews.com Kumpulan Informasi Menarik Foto : Jokowi-Ahok
Tags : Politik, Tokoh

Inilah Daya Pikat Jokowi

0 comments

Jakarta Sejumlah penghitungan cepat yang digelar beberapa lembaga survei menyebutkan pasangan Joko Widodo (Jokowi) - Basuki T Purnama (Ahok) berada di tempat teratas pilgub DKI. Jokowi bukan orang Jakarta dan sebagian besar waktunya habis di Solo, Jawa Tengah. Lantas daya tarik apa yang membuat Jokowi bersinar?

Berikut ini beberapa daya tarik Jokowi yang dihimpun detikcom:

1. Tokoh Antikorupsi

Jokowi dikenal sebagai tokoh antikorupsi. Tidak heran, dia diganjar penghargaan Bung Hatta Anticorruption Award 2010.

Penghargaan diberikan kepada Jokowi dengan pertimbangan integritas, tindakan nyata, dan upaya membangun sistem layanan publik yang terbuka demi reformasi birokrasi.

Untuk mencegah praktik korupsi di jajarannya, sejak awal menjadi kapala daerah di Solo, Jokowi berupaya memperbaiki, mengubah, dan membenahi sistem. Misalnya dalam pengurusan kartu tanda penduduk (KTP) dan perizinan. Jika dulu pengurusan KTP selesai dalam seminggu, bahkan sebulan, kini dalam tempo satu jam sudah jadi.

"Untuk apa lagi orang memberi amplop pada petugas jika satu jam saja KTP jadi?" ucap Jokowi seperti dikutip dari http://www.bhaca.org

2. Merakyat

Blusukan ke pasar tradisional adalah aktivitas yang kerap kali dilakukan Jokowi kala memimpin Solo. Inilah yang membuat alumnus Fakultas Kehutanan UGM ini dikenal dekat dengan rakyat.

Jokowi juga berhasil menata 5.817 pedagang kaki lima (PKL) di Solo tanpa unjuk rasa. Atas arahannya, pedagang diberi kios dengan membayar retribusi Rp 3.000 per hari. Hal ini tentu mendapat sambutan positif dari rakyat kecil. Apalagi buat Jokowi, PKL merupakan potensi yang tidak perlu disingkirkan.

Bagi dia, dengan menggarap PKL dan pasar tradisional akan banyak menolong rakyat kecil. "Kalau yang mart-mart itu tidak menolong yang kecil. Investor itu tidak selalu asing. Karena kalau kecil dikelola dengan baik bisa mendatangkan yang besar. Ratusan ribu rupiah tidak apa-apa, tidak harus miliar," ucap Jokowi sesaat setelah menerima Bung Hatta Anticorruption Award 2010 lalu.

Kesan merakyat juga muncul kala dia dan Ahok memilih baju kotak-kotak dalam perjalanan menuju DKI 1. Baju kotak-kotak aneka warna itu memiliki filosofi, keduanya ingin diterima warga Jakarta yang punya latar belakang beragam.

3. Metal

Di balik sikapnya yang tenang, ternyata Jokowi adalah penggemar musik metal. Kegemaran Jokowi pada aliran musik cadas ini tentu membuatnya semakin unik.

Saat Dream Theatre konser di Jakarta pada April 2012 lalu, sebenarnya Jokowi sudah sempat membeli tiket. Namun dia urung menghadiri konser tersebut karena lebih memilih datang ke acara pengajian.

Jokowi juga pernah mengacungkan tangannya membentuk lambang metal saat mendapat nomor urut 3 di pilgub DKI. Bukan sekadar gaya-gayaan, metal ini merupakan singkatan dari 'menang total'.

4. Wali Kota Teladan

Jokowi pernah dinobatkan sebagai wali kota teladan dari Kemendagri pada 2011. Hal itu tidak berlebihan karena selama pemerintahan Jokowi, Kota Solo bergerak ke arah yang lebih baik.

Di masa kepemimpinan Jokowi, Solo pernah menjadi kota dengan tata ruang terbaik ke-2 di Indonesia. Karena berhasil mengelola keuangan dengan baik, Solo juga mendapat penghargaan dari Departemen Keuangan berupa dana hibah sebesar 19,2 miliar pada 2009.

Bahkan Solo juga tercatat 5 kali mendapat Anugerah Wahana Tata Nugraha (2006-2011) karena tata tertib lalu lintas dan angkutan umumnya. Selain itu masih banyak sederet prestasi Solo lainnya yang mencorong.

Nama Jokowi juga masuk dalam nominasi wali kota terbaik sejagat oleh The City Mayors Foundation 2012. Pada Juni lalu situs resmi www.worldmayor.com yang merupakan situs lembaga City Mayors mengumumkan seleksi 25 nama nominasi wali kota terbaik sedunia. Salah satu nama yang dicantumkan adalah nama Jokowi.

Sumber : detiknews.com / Kumpulan Informasi Menarik Foto : Jokowi
Tags : Politik, Tokoh

Jokowi-Ahok Kampanye, GBK Dibanjiri "Kotak-Kotak"

0 comments

JAKARTA - Setelah pasangan calon Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo-Nacrowi Ramli dan Hendardji Supanji-Riza Patria, hari ini giliran pasangan Joko Widodo- Basuki Tjahaja Purnama (Jokowi-Ahok) dan Hidayat Nurwahid-Didik J Rachbini melakukan kampanye terbuka.

Pasangan Jokowi-Ahok menggelar kampanye di kawasan Parkir Timur, Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, sedangkan Hidayat-Didik di GOR Soemantri Brojonegoro, Kuningan, Jakarta Selatan.

Pantauan Okezone di parkir timur GBK, Minggu (1/7/2012), ribuan pendukung Jokowi-Ahok tampak melakukan konvoi dari Jalan MT. Haryono menggunakan motor menuju Senayan. Senayan pun berubah menjadi kotak-kotak merah.

Hadir dalam kampanye tersebut, Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto. Dia membuka orasi mendukung pasangan yang diusung PDI Perjuangan dan Partai Gerindra ini.

“Kami sering dapat serangan black campaign dari pihak tidak yang bertanggung jawab. Hal seperti itu membuat kami semakin populer," ungkap Ahok saat dilakukan konfirmasi awak media.

Sumber : okezone.com | Kumpulan Informasi Menarik  | Foto : Jokowi-Ahok
Tags : Politik, Ekonomi

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Mr. Android © 2011 Design by Army Boots