Facebook Facebook Facebook Facebook

ANDROID

Showing posts with label Tokoh. Show all posts
Showing posts with label Tokoh. Show all posts

JJ Rizal: Jokowi-Basuki "Jongos" Terbaik Pilihan Jakarta

0 comments

KOMPAS IMAGES/VITALIS YOGI TRISNA   
Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) dan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.
 
JAKARTA, - Sejarawan Betawi, JJ Rizal mengatakan kemenangan pasangan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama sebagai kemenangan wong ndeso. Bahkan, ia menyebutkan pasangan Jokowi-Basuki merupakan jongos terbaik pilihan masyarakat Jakarta. Jongos adalah pelayan dalam arti kasar di Jawa.

"Satu hal yang menarik dari kemenangan Jokowi-Ahok ini adalah kemenangan wong ndeso, kemenangan orang kampung. Dimana dalam artian antropologi masyarakat kota yang butuh pembantu, orang Indonesia terutama Jakarta sangat merindukan sosok pembantu," kata JJ Rizal, dalam acara "Polemik Sindo Radio: Belajar dari Pilkada DKI", Warung Daun, Jakarta, Sabtu, (22/9/2012).

Dikatakan oleh Rizal, pasangan Jokowi-Basuki ini merupakan tipe pemimpin yang melayani masyarakat atau dikenal dengan istilah Servant Leadership. "Mereka jongos paling baik untuk publik, pilihan publik. Mereka harus selalu siap sedia melayani tuannya, yaitu rakyat. Mereka ini pembantu yang dianggap paling mewakili pelayanan rakyat," kata JJ Rizal.

Mendengar pernyataan itu, Basuki Tjahaja Purnama yang juga turut hadir dalam acara itu, sontak tertawa mendengar dikatakan "Jongos". Sementara itu, Psikolog Politik, Hamdi Muluk memberikan pesan kepada Basuki untuk jangan selalu mengikuti regulasi partai politik yang mendukung pasangan Jokowi-Basuki.

Seperti yang diketahui, dua parpol pendukung Jokowi-Basuki adalah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). "Tolong dikasih pesan kepada parpol pendukung Anda. 'Hei, saya sekarang penguasanya, regulasi Anda ikut kita'. Lalu buat kontrak politik dengan rakyat. 'Hei rakyat saya jongos Anda sekarang dan kami siap melayani Anda semua'," kata Hamdi Muluk kepada Basuki.

Selain itu Hamdi Muluk juga berpesan kepada Basuki untuk jangan tergoda Pemilihan Presiden 2014. Menjawab itu, Basuki menjawab tidak akan maju di Pilpres 2014. "Masalah capres cawapres, tergoda atau tidak, saya kan nggak punya partai untuk maju mencalonkan diri," kata Basuki.

JJ Rizal pun memotong pembicaraan dan mengatakan kalau sampai Basuki mencalonkan diri di Pilpres 2014, berarti apa yang dibicarakan oleh akun twit anonim @TrioMacan2000 itu benar. "Apa bagusnya sih Trio Macan itu. Akun anonim kok disebut-sebut dan dipercaya," kata Basuki sambil tertawa.


Sumber : http://pilkada.kompas.com / Kumpulan Informasi Menarik / Foto : Jokowi
Tags : Pemerintahan, Politik, Tokoh

Kemenangan Jokowi-Ahok Bukti Politik Agama Tak Laku

0 comments

Jokowi di tengah-tengah pendukungnya /*ist
Kemenangan ‘sementara’ Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama dalam putaran kedua Pilkada DKI Jakarta telah membuktikan bahwa jualan politik dengan label agama sudah tidak laku.

“Masyarakat sudah bosan karena orang yang melakukan ‘jualan agama’ sama sekali tidak membawa perubahan yang nyata,” kata Sekjen Aliansi Damai Anti Penistaan Islam, M.Idris Hady, kepada LICOM, Jumat (21/09).

Menjelang Pilkada DKI Jakarta putaran kedua memang berhembus keras isu-isu yang menyudutkan pasangan tertentu. Isu yang dipakai berbau suku agama ras dan antar-golongan (SARA).

Selain itu, kemenangan Jokowi-Ahok suara partai tidak identik dengan suara masyarakat seutuhnya. Ini terbukti Jokowi-Ahok yang hanya didukung PDIP-Gerindra mampu melawan hegemoni koalisi besar Demokrat-Golkar-PPP-Hanura-PKS.

Sikap kesederhanaan figur Jokowi-Ahok yang tampil apa adanya serta tanpa dibuat memikat masyarakat, ketokohan keduanya muncul dari kepribadian dirinya, bukan polesan politik. Ini juga berpengaruh pada kemenangan keduanya.

“Selamat atas kemenangan Jokowi-Ahok. Semoga Jakarta akan berubah sesuai dengan apa yang dikehendaki oleh masyarakat Jakarta khususnya, dan masyarakat luar jakarta yang selalu melihat Jakarta dalam persepektif miniatur negara,” ujar Idris.@aripurwanto


Sumber : lensaindonesia.com / Kumpulan Informasi Menarik / Foto : Jokowi
Tags : Pemerintahan, Politik, Tokoh

Survei: Warga Menilai Kinerja Pemprov DKI Buruk

0 comments

Dua Cagub DKI Jakarta, Joko Widodo dan Fauzi Bowo.
Selain memenangkan Jokowi, survei Soegeng Sarjadi School Goverment (SSSG) juga menunjukkan bagaimana penilaian warga terhadap kinerja Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Saat ditanya mengenai penilaian responden terhadap penanganan masalah kemacetan di Jakarta, mayoritas responden, yakni 54 persen, menilai buruk; 37 persen menilai sangat buruk; dan hanya 6 persen menilai baik.

Demikian pula dengan penilaian terhadap masalah banjir, 57 persen responden menilai buruk, hanya 18 persen yang menilai baik. Adapun penilaian responden terhadap masalah pendidikan hampir berimbang, dengan 45 persen menilai buruk dan 44 persen menilai kinerja pemerintah baik.

Dalam hal pelayanan kesehatan, 49 persen responden menilai buruk, 39 persen menilai baik. Penanggulangan masalah kemiskinan pun masih dinilai buruk oleh 58 persen responden.

Hal yang sama tampak dalam hal penanggulangan masalah korupsi, yaitu 63 persen responden menilai sangat buruk. Menurut para responden, satu-satunya keunggulan Pemprov DKI Jakarta ialah pengembangan pariwisata, yakni dinilai baik oleh 54 persen responden.

Telesurvey SSSG juga memperlihatkan pasangan Jokowi-Ahok sangat diharapkan warga memimpin Jakarta dan mengatasi masalah kemacetan, banjir, pendidikan, kesehatan, dan lapangan kerja.
Misalnya, ketika ditanya, pasangan mana yang mampu mengatasi kemacetan, 39 persen responden memilih Jokowi-Ahok, 35 persen memilih Foke-Nara. Hasil yang sama terlihat dalam hal penanggulangan banjir, 40 persen menilai Jokowi-Ahok mampu mengatasi masalah kemacetan di Jakarta.

Menanggapi kekalahan Foke dalam survei SSSG, pengamat politik dari CSIS, J Kristiadi, menyatakan, kajian ini dapat mewakili pandangan kelas menengah. Keberhasilan sistem demokrasi dalam penentuan pemimpin Jakarta pun ditentukan oleh kelas menengah.

"Karena itu, kalau mau perubahan, datang ke TPS karena peran penting warga untuk perubahan sangat besar," ujarnya.

Kristiadi mengatakan, salah satu barometer terpilihnya seorang pemimpin ialah kepercayaan dari masyarakat.

"Kenapa selisih hasil surveinya enggak jauh? Incumbent, tingkat kepercayaan dari masyarakat dibilang kecil. Sementara Jokowi lebih unggul. Ini soal trust. Ia berhasil memimpin di Solo. Belum tentu dia mampu memimpin di Jakarta, tapi dari pengalamannya, rakyat akhirnya menaruh harapan," kata Kristiadi.

Sumber : kompas.com / Kumpulan Informasi Menarik / Foto : Foke-Jokowi
Tags : Pemerintahan, Politik, Tokoh

Dicemooh Pendukung Foke, Ahok: Kita Lihat 20 September

0 comments

JAKARTA -- Pada acara deklarasi damai Pemilukada DKI putaran kedua, calon wakil gubernur (cawagub) nomor urut tiga, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mendapatkan sentimen negatif dari pendukung pasangan cagub Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli (Foke-Nara).

Hampir setiap perkataan yang keluar dari mulutnya, disambut ejekan dan cemoohan oleh ratusan pendukung cagub nomor urut satu itu.

"Sudah biasa, kami sudah biasa dibegitukan. kita lihat saja, 20 September nanti, siapa yang malu," ujar dia di Lapangan Silang Monas, Kamis (13/9).

Saat menjelaskan perihal ketidakhadiran pasangannya, Jokowi, Ahok berkata, “Pak Jokowi menyampaikan permintaan maaf, karena beliau baru mendapatkan cuti besok. Sekarang beliau masih di Solo menjalankan tugasnya sebagai wali kota Solo,".  Ucapannya itu disambut dengan cemooh dan ejekan dari pendukung Foke-Nara.

Dengan santai Ahok menimpalinya, "Kan masih halal bihalal, masa menyampaikan permintaan maaf ditolak,”. Ratusan pedukung Foke-Nara yang hadir sore itu, tampak bersemangat. Terutama menimpali setiap ucapan yang keluar dari mulut Ahok.

“Kami pasangan nomor 3 mengimbau warga DKI kalau ditemukan pasangan nomor 1 lebih baik, lebih jujur teruji dan bershi, transparan profesional dari pada kami, maka warga DKI kami imbau pilihlah nomor 1. Tetapi, kalau ternyata menurut penilaian warga DKI pasangan nomor 3 lebih teruji jujur ,bersih, transparan, dan profesional, maka pilihlah kami nomor 3,” ucapnya yang disambut teriakan pendukung Foke-Nara. 


Sumber : republika.co.id / Kumpulan Informasi Menarik / Foto : Ahok
Tags : Pemerintahan, Politik, Tokoh

Meriah Halal Bihalal Jokowi di Kelapa Gading

0 comments

Jakarta -Pasangan calon gubernur-wakil gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama Rabu 12 September 2012 mengadakan acara halal bihalal bersama warga masyarakat Kelapa Gading, Jakarta Utara. Sekitar 800-an warga memadati halaman parkir Balai Samudra yang menjadi lokasi acara.

Jokowi dan Basuki dijadwalkan hadir dalam acara ini pada jam 17.00. Di halaman Balai Sudirman, berjejer para pedagang makanan mulai dari bakso, sate, ketoprak, soto, mie godog, es krim dan aneka jajanan rakyat lainnya. Para pengunjung bisa menikmati makanan dengan gratis. Pusat jajanan tersebut ditempatkan di sisi kanan dan kiri panggung utama, di dalam tenda bernama Kuliner Rakyat.

Di sisi kiri panggung utama, berdiri stand pengobatan gratis dan donor darah. Dalam stand pengobatan gratis, terlihat dokter yang memeriksa puluhan warga yang mengantri untuk diperiksa. Di sebelah meja dokter, berdiri mobil berjalan tempat di mana pasien bisa mengambil obat dengan gratis.

"Sampai jam 16.00 sudah lebih dari 200 orang berobat gratis," kata dr. Ida pada Tempo, Rabu, 12 September 2012. Kebanyakan yang mengantre adalah anak-anak dan ibu-ibu.

Tepat di sebelah stand pengobatan gratis, terdapat tenda donor darah. Tiga kasur donor terbaring bagi para pendonor, sementara para pengunjung mengantre untuk bisa mendonorkan darah mereka.

Beragam atraksi budaya dan musik juga disajikan untuk menghibur pengunjung. Atraksi barongsai, pencak silat serta musik tandjidor ikut menghibur penonton yang masih setia menunggu kedatangan Jokowi dan Basuki. Pertunjukkan musik live band juga berhasil menyedot perhatian penonton.
 


Sumber : tempo.co / Kumpulan Informasi Menarik / Foto : Jokowi
Tags : Pemerintahan, Politik, Tokoh

Jokowi: Skype itu Jalan-Jalan di Dunia Maya

0 comments

Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarno Putri bersama Calon Gubernur Jakarta Joko Widodo. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo
Jakarta: Kesibukan sebagai wali kota Surakarta membuat calon gubernur DKI Jakarta Joko Widodo hanya bisa menyambangi ibu kota pada akhir pekan. Di era perkembangan teknologi seperti sekarang ini, Jokowi menyiasati masalah ini dengan menggunakan teknologi Skype agar bisa tetap berdialog dengan warga.
"Skype itu kan hanya saya jalan-jalan di dunia maya, ya kayak gini-gini (sedang berjalan di kampung mengunjungi warga). Yang penting jalan ke kampung-kampung tidak harus lewat jalan darat. Di dunia maya pun saya lakukan," kata Jokowi saat menyambangi warga Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan, Ahad, 9 September 2012.

Pasangan Basuki Tjahaja Purnama ini pun mengelak jika program Skype yang ia selenggarakan merupakan bentuk kampanye terselubung. Menurut ia, dialog bersama warga melalui Skype sama sekali tidak menyinggung masalah kampanye.

"Kampanye kan menyampaikan visi misi, mengajak mencoblos. Kita tidak pernah ada kayak gitu. Sama saja kayak gini tapi kan di dunia maya," katanya.

Ia memberi contoh percakapan yang ia lakukan bersama warga. Dialog hanya berkisar pada pembicaraan mengenai kehidupan warga sehari-hari seperti jumlah penghasilan, keluhan terhadap masalah di Jakarta.

Menurut Jokowi, sosialisasi mengenai dia dan Basuki, baik melalui Skype maupun peredaran video YouTube seperti Editorial: Mengapa Harus Memilih Jokowi-Basuki merupakan bentuk perkembangan teknologi. "Dunia IT itu dunia kecerdasan menurut saya, dunia kreatif," katanya.

Yang terpenting, Jokowi melanjutkan, ia tidak pernah mengajak warga untuk memilih dirinya di luar masa kampanye. "Kalau saya nggak pernah ngajak kok. Saya nggak pernah ngajak, kalau orang lain, saya nggak ngerti," katanya.

Jokowi telah berSkype bersama warga Jakarta dalam sebulan terakhir. Tercatat sudah enam kali Jokowi menyelenggarakan acara Skype. Durasi dialog jarak jauh antara Jokowi dan pendukungnya ini berlangsung sekitar 40 menit. Warga Kebon Jeruk dan Menteng Trenggulun adalah warga yang pernah berdialog jarak jauh dengan Jokowi.


Sumber : tempo.co / Kumpulan Informasi Menarik / Foto : Megawati-Jokowi
Tags : Pemerintahan, Politik, Tokoh

Tersangka Korupsi Quran Segera Ditahan

0 comments

Komisi Pemberantasan Korupsi memeriksa Direktur Utama PT Perkasa Jaya Abadi Nusantara, Dendy Prasetya, sebagai tersangka kasus korupsi pengadaan Al-Quran. Juru bicara KPK, Johan Budi S.P. membenarkan pemeriksaan Dendy. "Penyidik membutuhkan keterangan yang bersangkutan," kata dia, Rabu, 15 Agustus 2012.

Johan belum memastikan KPK bakal menahan Dendy hari ini. Tapi, sumber Tempo mengatakan Dendy akan langsung ditahan jika memenuhi pemeriksaan hari ini. "Demi kepentingan penyidikan," kata sumber tersebut.

Penyidik menjadwalkan pemeriksaan Dendy pukul 09.00 WIB. Namun sampai pukul 10.20 WIB, ia belum juga mendatangi kantor KPK.

KPK menetapkan Dendy sebagai tersangka penerima suap terkait pembahasan anggaran proyek pengadaan Quran 2011-2012, dan pengadaan alat laboratorium komputer Madrasah Tsanawiyah 2010-2011 di Kementerian Agama. Ayah Dendy, Zulkarnaen Djabar yang juga anggota Badan Anggaran DPR dari Partai Golkar ikut menjadi tersangka. Keduanya diduga menerima suap sebesar Rp 4 miliar terkait kedua proyek tersebut.

Pada APBN pokok 2012, anggaran pengadaan Quran sebesar Rp 55 miliar. Kemudian, pada APBN Perubahan anggaran naik dua kali lipat menjadi Rp 110 miliar untuk 2 juta Quran. Adapun anggaran pengadaan alat laboratorium komputer pada APBN 2010-2011 sebesar Rp 31 miliar. 


Sumber : tempo.co | Kumpulan Informasi Menarik  | Foto : Zulkarnaen Djabar
Tags : Seputar Politik, Tokoh

Anis Matta : Dukung Foke Sebagai Pendidikan Politik Bagi Masyarakat

0 comments

Keputusan PKS untuk tidak mendukung  Jokowi lebih disebabkan pada alasan legacy politik agar baik Jokowi maupun ahok dapat menyelesaikan tugasnya di solo dengan baik hingga akhir masa jabatan.

Sekjen PKS yang juga menjadi wakil ketua DPR, Anis matta, mengatakan PKS ingin memberikan pendidikan politik bagi masyarakat Jakarta dengan memberikan dukungan kepada tokoh yang dinilai tidak lompat-lompat untuk jabatan yang sekarang didudukinya.

” Jokowi ini kita lihat calon potensial tapi ada baiknya beliau selesaikan tugasnya di Solo,  Ahok juga tidak selesaikan tugasnya, ini tidak bagus, Kalau Jokowi bekerja 10 tahun di Solo, bagus penerusnya akan lebih baik menurut saya akan meninggalkan legacy yang lebih bagus, melompat-lompat seperti ini tidak bagus untuk pendidikan politik

bagus orang kalau menuntaskan misinya apalagi Jokowi satu-satunya walikota yang dipilih degan suara terbanyak jadi dituntaskan sajalah dulu tugasnya disana toh dia masih muda” kata Anis matta di gedung DPR/MPR senayan Jakarta Rabu (14/8/2012).

Anis matta,  mengatakan PKS menilai kinerja Jokowi yang dinilai berhasil dikota solo tidak komparable bila dijadikan tolak ukur bagi keberhasilan Jokowi kelak bila memang akan memimpin Jakarta.

“Anda harus bedakan dua hal kinerja dgn style, saya kira kalau bicara kinerja maka kinerja Foke di DKI tidak seperti kita harapkan, tapi Anda tak bisa bandingkan antara DKI dengan Solo tidak comparable. DKI ini kan miniaturnya negara, tapi utk kepentingan pendidikan politik, track yang dibuat pak Jokowi ini tidak bagus bersamaan juga dengan Ahok” katanya.

Dukungan PKS kepada Foke juga diakui anis matta untuk konstituen PKS yang beririsan langsung dengan Konstituen Foke.

“Putaran pertama PKS kita ajukan calon yang menurut kita terbaik tapi tidak diterima mas dan pilkada kedua ini bukan perang PKS pertimbangan kita memenuhi harapan konstituen. Konstituen PKS ini lebih besar irisannya dengan konstituen Foke jadi kita ingin penuhi harapan konstituen” pungkasnya.@suci


Sumber : lensaindonesia.com | Kumpulan Informasi Menarik  | Foto : Anis matta
Tags : Politik, Tokoh

PB NU: Tak ada masalah non muslim pimpin Jakarta

0 comments

JAKARTA. Terkait permasalahan isu Suku, Ras dan Antargolongan (SARA) yang akhir-akhir ini berhembus pada pemilihan gubernur DKI Jakarta, Ormas Islam terbesar di Indonesia Nahdlathul Ulama (NU) menyatakan tidak ada masalah seorang non-muslim menjadi gubernur DKI Jakarta.

"Keadilan bersama pemimpin non-muslim jauh lebih baik daripada kedzaliman bersama pemimpin muslim sendiri," kata Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siraj yang mengutip Ibnu Tamiyah dalam kitab Fiqh Khusyatah di Kantor Pusat PBNU, Jakarta Pusat, (11/08).

KH Said Aqil Siraj mengatakan, seorang pemimpin non-muslim yang adil maka akan berbuat adil terhadap muslim itu sendiri, sebaliknya jika pemimpin Islam yang berlaku dzalim maka rakyat Islam nya pun akan didzalimi.

"Artinya Jokowi dan Ahok jika menang silahkan saja memimpin DKI, NU tidak keberatan," ujarnya.

Bentuk penyataan ini bukan sebuah bentuk dukungan. Namun, NU hanya penegasan bahwa tidak ada masalah bagi non muslim untuk memimpin DKI Jakarta. "Tidak ada problem, bagi non muslim menang pemilukada DKI, dan silahkan saja memimpin DKI Jakarta,"tukasnya.


Sumber : nasional.kontan.co.id | Kumpulan Informasi Menarik  | Foto : Jokowo Ahok
Tags : Politik, Tokoh

Jokowi Berpeluang Menangkan Pilgub Putaran II

0 comments

JAKARTA - Hasil polling MNC Media Research menunjukkan pasangan Joko Widodo-Basuki Tjahja Purnama (Jokowi-Ahok) berpeluang memenangkan Pemilihan Gubernur DKI Jakarta putaran kedua.

Berdasarkan hasil polling yang dilakukan 10 hari sejak pilgub putaran pertama usai, ternyata tingkat elektabilitas pasangan Jokowi-Ahok meningkat 6,5 persen dibanding hasil rekapitulasi suara KPU DKI Jakarta, yaitu dari 42,6 persen menjadi 49,07 persen. Demikian seperti rilis yang diterima Okezone dari MNC Media Research, Kamis (26/7/2012).

Sementara itu, perolehan suara pasangan incumbent, Fauzi Bowo dan Nachrowi Ramli (Foke-Nara), yang dalam penghitungan akhir KPU DKI Jakarta meraih 34,05 persen suara, turun menjadi 20,83 persen.

Masih berdasarkan hasil polling, peningkatan elektabilitas Jokowi-Ahok ketimbang Foke-Nara tak lepas dari limpahan suara pendukung empat cagub lain yang tidak masuk putaran kedua.

Responden yang mengaku sebelumnya mendukung Hendardji Supandi, memberi dukungan suaranya kepada pasangan Jokowi-Ahok, ditambah 43 persen suara responden pendukung Faisal Basri-Reza Patria.

Sementara itu, 73 persen responden yang sebelumnya mendukung Hidayat Nurwahid-Didik J Rachbini memercayakan suara mereka ke pasangan Jokowi-Ahok. Responden yang sebelumnya mencoblos pasangan Alex Noerdin-Nano Sampono, 67 persen di antaranya, mengalihkan suaranya pada Jokowi-Ahok.

Polling dilakukan pada Sabtu, 21 Juli 2012 melibatkan 400 responden berusia 17 tahun ke atas yang dipilih secara acak sistematis melalui buku telepon residensial terbaru terbitan April 2012.

Responden berdomisili di lima daerah Jakarta. Jumlah responden di setiap daerah ditentukan secara proporsional. Tingkat kepercayaan 95 persen dengan ambang kesalahan plus-minus 4,9 persen.

Responden yang berpartisipasi merupakan masyarakat kelas menengah. Sebanyak 56 persen di antaranya berpenghasilan lebih dari Rp2 juta per bulan. Responden pegawai perusahaan swasta, wiraswasta, dan pengusaha (40%). Mayoritas responden juga sudah menamatkan pendidikan minimal SMA (80%).

Hasil polling lebih merupakan cerminan preferensi politik kelas menengah Jakarta. Hasil polling tidak dimaksudkan untuk merepresentasi pendapat seluruh warga Jakarta.

Sumber : okezone.com | Kumpulan Informasi Menarik | Foto : Jokowi Ahok
Tags : Politik, Ekonomi

Jokowi dalam Terawangan Ahli Metafisika

0 comments

Yogyakarta- Ahli metafisika rupanya ikut berpartisipasi meramaikan pemilihan Gubernur DKI Jakarta melalui "gotak-gatik" kode rahasia yang dipelajari secara ilmiah.

Hasilnya, nama Joko Widodo lebih selaras dengan alam dan memungkinkan dia menjadi pemimpin yang berhasil ketimbang Fauzi Bowo.

Doktor dalam ilmu pengetahuan metafisika, Arkand Bodhana Zeshaprajna, menjelaskan, melalui indeks name dan index coherence antara keduanya, nilai Jokowi lebih tinggi ketimbang Fauzi Bowo, yakni 1.0, sementara Fauzi Bowo 0.3. Adapun index coherence keduanya sama-sama memiliki angka 0.8. "Pendek kata, semesta mendukung karena index name Jokowi memiliki sinkronitas waktu keberuntungan yang tepat di waktu yang tepat," ujar doktor lulusan University of Metaphysics di Amerika Serikat ini kepada Tempo di Yogyakarta, Kamis, 19 Juli 2012.

Dengan sinkronitas waktu yang dimiliki Jokowi dan alam semesta mendukungnya, maka berbagai keberuntungan akan bersama Jokowi saat memimpin. Keberuntungan dalam memimpin ini lantaran Jokowi memiliki kemampuan dalam memanfaatkan waktu. "Jokowi orang yang tepat, pada waktu yang tepat karena memiliki sinkronitas dengan alam menurut angka index name itu," katanya.

Index name
 adalah parameter yang menunjukkan tingkat kesesuaian antara kesempatan alamiah dan keberadaan diri. Rentang index name adalah 0.05 hingga 1.0. Semakin tinggi nilai index name, maka semakin besar pula peluang yang terdapat di dalam nama tersebut untuk mencapai sukses bagi seorang pemimpin. Rentang nilai seorang pemimpin untuk index name adalah 0.8-1.0.

Index coherence
 adalah parameter utama yang menunjukkan tingkat kematangan dalam satu atau beberapa bidang, keberanian dalam mengambil keputusan, daya juang, keteguhan, dan karisma. Rentang nilai index coherence adalah 0.1 hingga 1.0. Semakin tinggi nilai index coherence, maka semakin besar pula daya yang terdapat di dalam nama tersebut untuk memimpin. Kesuksesan untuk seorang pemimpin mampu menjadi pemimpin jika angka index coherence adalah 0.7-1.0.

Dengan keselarasan alam inilah, Arkand berpendapat, kemunculan Jokowi untuk Jakarta memang dibutuhkan orang karena berada pada titik kejenuhan. Maka dia tak heran ketika pada putaran pertama pasangan Jokowi-Ahok telah memenangkan suara hingga 43 persen. "Karena orang sudah berada pada titik jenuh," katanya. "Nah, Jokowi muncul pada timing yang tepat."

Sementara Foke, yang memiliki struktur rendah, yakni 0.3, tak memiliki sinkronitas waktu dengan alam. Padahal, menurut index coherence, Foke dan Jokowi orang-orang yang dinilai memiliki kemampuan dengan index name 0.8. Foke, kata Arkand, jelas punya kemampuan yang baik, tetapi apa yang dibutuhkan orang tidak tepat dengan keputusannya. "Misalnya butuh A, yang ada F. Butuh F yang ada Z. Sementara pada Jokowi, dia memberi A ada A, ini karena Jokowi punya timing yang pas," kata Arkand.

Arkand menyarankan, "Jangan memilih pemimpin yang memiliki struktur indeks rendah karena dia tidak akan mampu merealisasikan hal-hal baik."

Dalam kode rahasia, Arkand juga memaparkan soal gaya kepemimpinan Jokowi dan Foke yang cocok dengan kepemimpinan mereka saat ini. Kode mayor dari struktur itu, Jokowi mendapatkan angka 4, sementara Foke angka 1. Artinya, gaya kemimpinan Jokowi lebih merakyat ketimbang Foke. Menurut kode itu, Foke bukan berarti tak memiliki kemampuan sebagai pemimpin. “Tapi dia lebih cocok menjadi kepemimpinan di atas seperti militer, bukan memimpin rakyat,” kata Arkand. Tak mengherankan, kata Arkand, Foke kurang dekat dengan rakyat dan berjarak.

Arkand mengaku tak mendukung salah satu calon mana pun. Dia terpanggil karena ilmu metafisika sudah dia geluti berpuluh tahun. "Ini bukan ilmu klenik, tapi ilmiah," ujarnya. Menurut dia, segala sesuatu dalam alam semesta ini berlangsung dalam satu keteraturan. Keteraturan ini yang memungkinkan manusia menemukan berbagai pola dalam kehidupan sehari-harinya. Pengamatan menghasilkan kumpulan data yang diolah menghasilkan teori, hukum, rumus, dan konstanta.

Sumber : tempo.co | Kumpulan Informasi Menarik | Foto : Jokowi
Tags : Pilkada DKI Jakarta 2012

PILKADA DKI: Jokowi-Ahok Dinyatakan Sah Raih 42,6% Suara

0 comments

JAKARTA – Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta dengan nomor urut 3, Joko Widodo-Basuki T. Purnama dinyatakan unggul secara sah dengan meraih 42,60% suara dalam Rapat Pleno Rekapitulasi Penghitungan Hasil Pilkada DKI Jakarta Tingkat Provinsi.

Ketua Komisi Pemilihan Umum DKI Dahliah Umar menyatakan belum akan mengumumkan Hasil Pilkada DKI dan calon terpilih pada pertemuan di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (19/7/2012).

“Sesuai dengan agenda hari ini hanya akan dilakukan proses rekapitulsai penghitungan suara. Untuk hasil dan calon terpilih baru akan diumumkan besok di Kantor KPUD,” ujarnya, hari ini.

Sebagai bentuk kehati-hatian, sambungnya, paling lambat hasil baru akan diumumkan besok (Jumat,20/7)). Dalam hal ini, KPUD perlu melakukan pengecekan lagi secara lebih teliti, baru kemudian dilakukan penetapan.

Menurut Dahliah, berdasarkan UU No.29/2007, proses pemilihan putaran kedua akan dilaksanakan jika tidak ada pasangan calon yang memperoleh suara lebih dari 50%. Aturan yang ada, sambungnya sudah mengatur hal tersebut.

Aminullah, Ketua Pokja Pendataan Pemililih KPUD DKI, mengungkapkan bahwa sudah pasti akan masuk putaran ke dua karena tidak ada calon yang mendapatkan perolehan suara sampai 50%. Nantinya, proses pilkada akan tetap menggunakan nomor urut yang sama, yaitu untuk nomor urut 1 dan 3.

Hasil rapat pleno tersebut menunjukkan bahwa pasangan Jokowi-Ahok mendapatkan 1.847.157 suara, unggul di lima kota adminsitrasi (Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Jakarta Utara, dan Jakarta Pusat). Sementara pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi dengan nomor urut 1 mendapatkan 1.476.648 atau 34,05% suara, dan menang di Kabupaten Kepulauan Seribu.

Dari total pemilih 6.962.348 yang terdaftar dalam daftar pemilih tetap, 4.407.141 pemilih menggunakan hak suaranya. Sementara 2.555.207 pemilih tidak menggunakan hak pilihnya, atau terdapat 37% merupakan golongan putih (golput).

Melalui rapat pleno tersebut, KPUD menetapkan pasangan Hidayat Nur Wahid-Didik Rachbini meraih 11,72%  suara atau 508.113 pemilih. Kemudian pasangan Faisal Basri-Biem Benyamin dengan perolehan 4,98% suara (215.935 pemilih), sedikit lebih tinggi dari pasangan Alex Noerdin-Nono Sampono dengan 4,67% suara (202.643 pemilih). Sementara pasangan Hendardji Soepandji-Ahmad Riza Patria berada pada urutan terakhir dengan 1,98% suara  atau 85.990 pemilih.

Denny Iskandar, Tim Kampanye Jokowi-Ahok menyatakan akan mengikuti setiap keputusan yang diambil oleh KPUD terkait penyelenggaraan proses pemilihan umum putaran kedua. Adapun, sebelumnya ia mempertanyakan aturan yang menjadi acuan bagi KPUD dalam menetapkan hasil pilkada ini.

Apakah menggunkan UU No.29/2007 atau UU No.12/2008. Aturan dalam UU No.12/2008 menyebutkan bahwa pemilihan umum menjadi dua putaran jika tidak ada pasangan calon yang memperoleh suara kurang dari 30%. Kalau mengacu pada aturan tersebut, maka ada peluang bagi pasangan Jokowi-Ahok untuk memenangkan pemilihan ini tanpa memasuki proses pemilihan di putaran kedua.

“Kami ikut dengan apa yang sudah menjadi keputusan KPU (dalam menetapkan hasi pemeli). Tidak masalah (kalau pun harus dua putaran),” sebutnya.

Denny menyampaikan bahwa KPUD perlu membuka kesempatan untuk melakukan perubahan pada DPT, setidaknya pada calon pemilih yang sudah berusia 17 tahun saat diberlangsungkannya pemilihan umum putaran kedua pada September nanti.

Selain itu, waktu pelaksanaan pilkada putaran kedua yang ditetapkan akan berlangsung pada Kamis, 20 September, menurutnya, bisa dipertimbangkan untuk dimajukan pelaksanaannya menjadi Rabu, 19 September.

“Kalau Kamis itu khawatir masyarakat maunya liburan, jadi tidak ikut memilih. Tapi, kalau dimajukan jadi Rabu, setidaknya mereka tetap akan menggunakan hak pilihnya,” ungkap Denny.

Ketua Panitia Pengawas Pemilu Ramdansyah mengungkapkan bahwa temuan di wilayah Jagakasa, Tanjung Barat, Jakarta Selatan, merupakan bentuk adanya potensi pelanggaran pidana pada pelaksanaan pilkada.

Diketahui bahwa terjadi perubahan hasil pada 3 pasangan calon nomor urut 1, 2, dan 4 dengan dugaan adanya penggelembungan hampir 4.000 suara. Hasil penghitungan yang masuk dalam proses rekapitulasi, ujar Ramdansyah, sudah diperbaiki sesuai dengan ketentuan yang ada.

“Kami sudah memanggil PPK (panitia pemilihan kecamatan), PPS (panitia pemungutan suara), total ada 9 orang saksi yang akan dimintai keterangan terkait hal tersebut,” paparnya.

Hal tersebut diminta oleh Denny agar panwas dapat menidaklanjuti temuan tersebut. Dia mengungkapkan 4.000 suara merupakan angka yang besar, apakah itu hanya kesalahan dalam pencatatan, atau sebuah tindakan penggelembungan. (bas)

Sumber : bisnis.com | Kumpulan Informasi Menarik  | Foto :Jokowi, Ahok
Tags : Pilkada DKI Jakarta 2012

Profil Joko Widodo dan Biodata Lengkap Jokowi

0 comments

Profil Joko Widodo dan Biodata Lengkap JokowiProfil dan Biografi Joko Widodo, Profil dan Biodata Lengkap Joko Widodo, Kenal Bapak Jokowi gak? pasti dung ya, saat Ini beliau Memperolah Suara Terbayak Pada Pilkada DKI Jakarta 2012 berikut ini saya sampaikan Profil dan Biodata Joko Widodo (Jokowi),

Profil dan Biodata Joko Widodo (Jokowi)
Jokowi lahir di Solo, 21 Juni 1961. Sebelum maju di bursa pilkada Jakarta 2012, Beliau menjadi wali Kota Surakarta (Solo) selama dua periode. 
Jokowi meraih gelar insinyur dari Fakultas Kehutanan UGM pada tahun 1985.

Ketika mencalonkan diri sebagai wali kota Solo, banyak yang meragukan kemampuan pria
yang berprofesi sebagai pedagang mebel rumah dan taman ini; bahkan hingga saat ia terpilih.Namun setahun setelah ia memimpin, banyak gebrakan progresif dilakukan olehnya. Ia banyak mengambil contoh pengembangan kota-kota di Eropa yang sering ia kunjungi dalam rangka perjalanan bisnisnya.

Di bawah kepemimpinannya, Solo mengalami perubahan yang pesat. Branding untuk kota Solo dilakukan dengan menyetujui slogan Kota Solo yaitu "Solo: The Spirit of Java".

Langkah yang dilakukannya cukup progresif untuk ukuran kota-kota di Jawa: joko widodo mampu merelokasi pedagang barang bekas di Taman Banjarsari hampir tanpa gejolak untuk merevitalisasi fungsi lahan hijau terbuka, memberi syarat pada investor untuk mau memikirkan kepentingan publik, melakukan komunikasi langsung rutin dan terbuka (disiarkan oleh televisi lokal) dengan masyarakat. Taman Balekambang, yang terlantar semenjak ditinggalkan oleh pengelolanya, dijadikannya taman.

Jokowi juga tak segan menampik investor yang tidak setuju dengan prinsip kepemimpinannya. Sebagai tindak lanjut branding ia mengajukan Surakarta untuk menjadi anggota Organisasi Kota-kota Warisan Dunia dan diterima pada 2006.


Langkahnya berlanjut dengan keberhasilan Surakarta menjadi tuan rumah Konferensi organisasi tersebut pada bulan Oktober 2008 ini. Pada tahun 2007 Surakarta juga telah menjadi tuan rumah Festival Musik Dunia (FMD) yang diadakan di kompleks Benteng Vastenburg yang terancam digusur untuk dijadikan pusat bisnis dan perbelanjaan. FMD pada tahun 2008 diselenggarakan di komplek Istana Mangkunegaran.

sumber

8 Janji Jokowi

0 comments

Jakarta Jokowi-Basuki (Ahok) melejit dalam hitung cepat pilgub DKI Jakarta. Kelak jika mereka benar-benar memimpin Jakarta, maka harus berupaya keras mewujudkan janji yang disampaikannya pada saat kampanye. Apa saja janjinya?

Janji-janji Jokowi-Ahok tertuang dalam visi dan misi serta sejumlah program yang disampaikannya pada saat kampenye. Berikut ini janji-janji Jokowi:

1. Revitalisasi pemukiman padat dan kumuh

Dalam bidang penataan kota, Jokowi-Ahok berjanji melakukan intervensi sosial untuk merevitalisasi pemukiman padat dan kumuh. Meski demikian mereka tidak akan melakukan penggusuran.

Untuk kalangan menengah ke bawah, pasangan ini menjanjikan pembangunan superblok. Bangunan ini merupakan rumah susun yang dilengkapi ruang publik berupa taman, pasar, dan pusat layanan kesehatan.

2. Mengatasi banjir

Banjir merupakan masalah klasik di Jakarta. Untuk itu Jokowi dan Ahok hadir membawa janji untuk mengatasi masalah ini. Cara yang dilakukan antara lain melakukan pembangunan embung/folder untuk menangkap dan menampung air hujan di setiap kecamatan dan di setiap kelurahan.

Jika jadi gubernur DKI, Jokowi melalui Pemda DKI akan membeli daerah tangkapan air seperti situ atau waduk di hulu sungai agar debit air yang masuk ke Jakarta bisa dikendalikan. Selain itu akan dijalin kerja sama dengan daerah penyangga Jakarta untuk membuat sebuah otoritas yang mengatur dan mengelola sungai-sungai yang bermuara di Jakarta.

Cara lain untuk mengatasi banjir yang diusulkan mereka adalah dengan mengintegrasikan seluruh saluran drainase agar terkoneksi dengan kanal-kanal pembuangan air.

3. Merintis Angkutan Massal

Untuk mengatasi kemacetan di Jakarta, menurut Jokowi-Ahok adalah dengan memperbanyak angkutan massal. Jika angkutan massal yang nyaman banyak tersedia, maka warga akan meninggalkan kendaraan pribadinya.

Jokowi-Ahok akan memperbanyak armada angkutan umum, terutama bus TransJakarta di koridor-koridor yang tetap dipertahankan sebagai jalur bus khusus. Penambahan bus TransJ juga diyakini bisa meminimalkan pelecehan seksual di dalam angkutan umum. Selain itu dirintis juga pembangunan MRT/subway.

Nantinya sebagian busway akan diubah menjadi railbus yang berkapasitas lebih besar. Dengan demikian yang digarisbawahi adalah pergerakan orang, bukan pergerakan mobil.

Keduanya berjanji akan bekerja sama dengan pemerintah sekitar Jakarta untuk membuat otoritas pelayanan transportasi Jabodetabek agar persoalan mobilitas warga bisa ditangani oleh badan yang memiliki otoritas lintas daerah. Selain itu kendaraan umum seperti Metro Mini, Kopaja, dan bus akan diganti dengan kendaraan yang lebih layak agar warga nyaman menggunakan kendaraan umum.

Pembatasan penggunaan kendaraan pribadi juga akan dilakukan melalui sistem Electronic Road Pricing (ERP), sewa parkir yang tinggi, pengaturan kendaraan berdasarkan nomor polisi genap-ganjil, dan pengaturan jam kerja.

4. Layanan Kesehatan Gratis

Kartu Sehat akan diluncurkan begitu Jokowi menduduki kursi DKI 1. Kartu ini bisa memperpendek jalur birokrasi pelayanan kesehatan di rumah sakit pemerintah. Pembayaran layanan ini ditanggung pemerintah.

Selain itu akan disediakan Pusat Kesehatan Masyarakat di pasar-pasar tradisional, terutama pasar-pasar yang dibangun di superblok untuk kalangan menengah ke bawah.

5. Bangun Mal PKL, Ruang Publik & Revitalisasi Pasar Tradisional

Pengalaman Jokowi menata 5.817 pedagang kaki lima (PKL) di Solo tanpa unjuk rasa akan diterapkan di Jakarta. Dia berjanji akan membangun mal khusus bagi PKL agar lebih tertib sehingga tidak mengganggu pengguna jalan.

Keberadaan pasar tradisional juga akan diperhatikan sehingga bisa bersaing dengan pasar modern dan menggerakkan perenomian warga kota. Hal ini dilakukan Jokowi karena pasar modern tidak menolong rakyat kecil. Padahal jika pasar tradisional dan PKL dikelola dengan baik bisa mendatangkan untung besar.
Jokowi-Ahok ingin memfasilitasi pergaulan warga dengan menyediakan sarana mengekspresikan diri. Hal itu akan dilakukan dengan menyediakan ruang-ruang publik.

Mereka juga menjanjikan membangun kebudayaan warga kota dengan berbasis komunitas. Akan dibangun pula pusat kebudayaan Jakarta di lima wilayah administratif. Keduanya juga berjanji merevitalisasi dan melengkapi fasilitas kawasan Old Batavia. Tujuannya adalah agar menjadi daya tarik wisata sejarah dan budaya di Jakarta.

6. Birokrasi Bersih & Profesional

Pemerintahan daerah tak lepas dari yang namanya birokrasi. Karena itu Jokowi-Ahok berjanji akan melaksanakan reformasi birokrasi agar pemerintahan berjalan bersih, transparan, dan profesional.

Waktu pengurusan izin juga akan dipercepat. Dengan demikian waktu pengurusan izin akan lebih pendek, maksimal hinga enam hari kerja.

7. Gubernur & Wagub Tanpa Voorijder

Bagi Jokowi dan Ahok, gubernur dan wakilnya harus bisa merasakan keadaan warga. Karena itu mereka berjanji tidak akan menggunakan voorijder yang membuat mereka tidak merasakan kemacetan jalanan Ibukota.

Jokowi-Ahok juga berjanji hanya akan berada di kantor selama 1 jam. Sisa waktunya akan digunakan untuk meninjau proses pembangunan dan pelayanan publik di lapangan. Untuk mendukung pelayanan hingga ke tingkat terkecil pemerintahan, insentif pada Ketua RT dan RW pun dijanjikan untuk dinaikkan.

Kepada wartawan pun dia berjanji selalu terbuka bila terpilih sebagai gubernur DKI. Jokowi berjanji tidak akan ngambek atau tersinggung bila ada pertanyaan wartawan yang dinilai menyudutkan.

Mereka juga berjanji meniadakan pentungan dan perlengkapan yang memungkinkan Polisi Pamong Praja melakukan kekerasan terhadap warga.

8. Pendidikan Gratis

Kartu Jakarta Pintar akan diluncurkan setelah Jokowi-Ahok menduduki kursi gubernur DKI. Dengan kartu ini maka warga Jakarta dapat merasakan pendidikan gratis dari SD hingga SMA.

Ide kartu pintar ini muncul karena sepanjang pengetahuan Jokowi-Ahok, banyak anak yang putus sekolah di SMP dan SMA. Program yang sama, menurut Jokowi, telah berhasil diterapkan di Solo selama 5 tahun.

Dalam kampanye di Kampung Sawah, Gandaria Selatan, Jakarta Selatan, Jumat (29/6) lalu Jokowi berkomitmen merealisasikan apa yang telah disampaikan kepada warga. "Kalau apa yang saya sampaikan tidak terbukti, tagih janji itu. Tapi enggak, saya sudah berbicara dan sudah dilaksanakan untuk bapak dan ibu," ujarnya.

Sumber : detiknews.com Kumpulan Informasi Menarik Foto : Jokowi-Ahok
Tags : Politik, Tokoh

Inilah Daya Pikat Jokowi

0 comments

Jakarta Sejumlah penghitungan cepat yang digelar beberapa lembaga survei menyebutkan pasangan Joko Widodo (Jokowi) - Basuki T Purnama (Ahok) berada di tempat teratas pilgub DKI. Jokowi bukan orang Jakarta dan sebagian besar waktunya habis di Solo, Jawa Tengah. Lantas daya tarik apa yang membuat Jokowi bersinar?

Berikut ini beberapa daya tarik Jokowi yang dihimpun detikcom:

1. Tokoh Antikorupsi

Jokowi dikenal sebagai tokoh antikorupsi. Tidak heran, dia diganjar penghargaan Bung Hatta Anticorruption Award 2010.

Penghargaan diberikan kepada Jokowi dengan pertimbangan integritas, tindakan nyata, dan upaya membangun sistem layanan publik yang terbuka demi reformasi birokrasi.

Untuk mencegah praktik korupsi di jajarannya, sejak awal menjadi kapala daerah di Solo, Jokowi berupaya memperbaiki, mengubah, dan membenahi sistem. Misalnya dalam pengurusan kartu tanda penduduk (KTP) dan perizinan. Jika dulu pengurusan KTP selesai dalam seminggu, bahkan sebulan, kini dalam tempo satu jam sudah jadi.

"Untuk apa lagi orang memberi amplop pada petugas jika satu jam saja KTP jadi?" ucap Jokowi seperti dikutip dari http://www.bhaca.org

2. Merakyat

Blusukan ke pasar tradisional adalah aktivitas yang kerap kali dilakukan Jokowi kala memimpin Solo. Inilah yang membuat alumnus Fakultas Kehutanan UGM ini dikenal dekat dengan rakyat.

Jokowi juga berhasil menata 5.817 pedagang kaki lima (PKL) di Solo tanpa unjuk rasa. Atas arahannya, pedagang diberi kios dengan membayar retribusi Rp 3.000 per hari. Hal ini tentu mendapat sambutan positif dari rakyat kecil. Apalagi buat Jokowi, PKL merupakan potensi yang tidak perlu disingkirkan.

Bagi dia, dengan menggarap PKL dan pasar tradisional akan banyak menolong rakyat kecil. "Kalau yang mart-mart itu tidak menolong yang kecil. Investor itu tidak selalu asing. Karena kalau kecil dikelola dengan baik bisa mendatangkan yang besar. Ratusan ribu rupiah tidak apa-apa, tidak harus miliar," ucap Jokowi sesaat setelah menerima Bung Hatta Anticorruption Award 2010 lalu.

Kesan merakyat juga muncul kala dia dan Ahok memilih baju kotak-kotak dalam perjalanan menuju DKI 1. Baju kotak-kotak aneka warna itu memiliki filosofi, keduanya ingin diterima warga Jakarta yang punya latar belakang beragam.

3. Metal

Di balik sikapnya yang tenang, ternyata Jokowi adalah penggemar musik metal. Kegemaran Jokowi pada aliran musik cadas ini tentu membuatnya semakin unik.

Saat Dream Theatre konser di Jakarta pada April 2012 lalu, sebenarnya Jokowi sudah sempat membeli tiket. Namun dia urung menghadiri konser tersebut karena lebih memilih datang ke acara pengajian.

Jokowi juga pernah mengacungkan tangannya membentuk lambang metal saat mendapat nomor urut 3 di pilgub DKI. Bukan sekadar gaya-gayaan, metal ini merupakan singkatan dari 'menang total'.

4. Wali Kota Teladan

Jokowi pernah dinobatkan sebagai wali kota teladan dari Kemendagri pada 2011. Hal itu tidak berlebihan karena selama pemerintahan Jokowi, Kota Solo bergerak ke arah yang lebih baik.

Di masa kepemimpinan Jokowi, Solo pernah menjadi kota dengan tata ruang terbaik ke-2 di Indonesia. Karena berhasil mengelola keuangan dengan baik, Solo juga mendapat penghargaan dari Departemen Keuangan berupa dana hibah sebesar 19,2 miliar pada 2009.

Bahkan Solo juga tercatat 5 kali mendapat Anugerah Wahana Tata Nugraha (2006-2011) karena tata tertib lalu lintas dan angkutan umumnya. Selain itu masih banyak sederet prestasi Solo lainnya yang mencorong.

Nama Jokowi juga masuk dalam nominasi wali kota terbaik sejagat oleh The City Mayors Foundation 2012. Pada Juni lalu situs resmi www.worldmayor.com yang merupakan situs lembaga City Mayors mengumumkan seleksi 25 nama nominasi wali kota terbaik sedunia. Salah satu nama yang dicantumkan adalah nama Jokowi.

Sumber : detiknews.com / Kumpulan Informasi Menarik Foto : Jokowi
Tags : Politik, Tokoh

Jokowi-Ahok Kampanye, GBK Dibanjiri "Kotak-Kotak"

0 comments

JAKARTA - Setelah pasangan calon Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo-Nacrowi Ramli dan Hendardji Supanji-Riza Patria, hari ini giliran pasangan Joko Widodo- Basuki Tjahaja Purnama (Jokowi-Ahok) dan Hidayat Nurwahid-Didik J Rachbini melakukan kampanye terbuka.

Pasangan Jokowi-Ahok menggelar kampanye di kawasan Parkir Timur, Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, sedangkan Hidayat-Didik di GOR Soemantri Brojonegoro, Kuningan, Jakarta Selatan.

Pantauan Okezone di parkir timur GBK, Minggu (1/7/2012), ribuan pendukung Jokowi-Ahok tampak melakukan konvoi dari Jalan MT. Haryono menggunakan motor menuju Senayan. Senayan pun berubah menjadi kotak-kotak merah.

Hadir dalam kampanye tersebut, Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto. Dia membuka orasi mendukung pasangan yang diusung PDI Perjuangan dan Partai Gerindra ini.

“Kami sering dapat serangan black campaign dari pihak tidak yang bertanggung jawab. Hal seperti itu membuat kami semakin populer," ungkap Ahok saat dilakukan konfirmasi awak media.

Sumber : okezone.com | Kumpulan Informasi Menarik  | Foto : Jokowi-Ahok
Tags : Politik, Ekonomi

Asal Mula dan Penemu Mie Instant

0 comments


Asal Mula dan Penemu Mie Instant - Barang kali kita pantas berterima kasih kepada Mamofuku Ando, orang Jepang kelahiran Chiayi, Taiwan, 5 Maret 1910

Berkat kerja keras dan jerih payahnya kita sekarang bisa menikmati kelezatan mie instan. Makanan cepat saji dengan banyak penggemar, yang masuk ke Indonesia pada pertengahan tahun 1960-an.

Begini ceritanya…

Ditinggal orang tuanya, Ando yang berumur 3 tahun harus membantu neneknya mengurus rumah. Balita ingusan itu pun mesti menjaga toko. Belum lagi harus mencuci pakaian dan mamasak. Hasilnya positif, ia jadi pintar masak-memasak, tapi sebaliknya sekolahnya terlantar.

Beranjak remaja dan dewasa, ia berkeinginan mejadi pedagang. Harta peninggalan orang tuanya pun digunakan untuk berdagang pakaian rajutan di Taiwan dan Osaka, Jepang. Usahanya terbilang maju.

Ia pun bisa kembali ke bangku sekolah menyelesaikan pendidikan yang sempat terbengkalai. Ia lulus program magister ekonomi Universitas Ritsumeikan pada tahun 1934 dan mendapatkan gelar Doktor Honoris Causa diterimanya dari universitas yang sama pada tahun 1994.

Namun kemudian ia dituduh korupsi dalam perdagangan senjata dan onderdil pesawat. Ia lantas dijebloskan ke penjara. Setelah 2 tahun hidup di penjara, ia pun dibebaskan. Pada 1956, satu-satunya harta yang tertinggal adalah rumah.

Masa itu Amerika Serikat sedang gencar-gencarnya menyumbangkan gandum ke Jepang yang sedang paceklik pangan. Harga terigu menjadi murah. Pemerintah Jepang pun menganjurkan rakyatnya mengonsumsi roti dan terigu sebagai pengganti nasi.

Melihat banyak orang melahap mie, di dekat toserba hankyu di Osaka, pikiran Ando terbuka. Mengapa tidak membuat mie dari terigu? Bukankah orang Jepang sangat menyukai mie.

Apalagi mie dirasa enak, murah, tahan lama, dan tidak sulit mengolahnya.

Ide itu terus dipikirkannya. Cuma ia tidak mau membuat mie biasa yang sudah banyak beredar di pasaran. Ia ingin membuat mie bentuk lain yang enak, lebih cepat dan mudah diolah, serta gampang didapat dimana-mana.

Ando mulai mewujudkan impiannya dengan membeli mesin pembuat mie dan bereksperimen membuat mie instant di halaman belakang rumahnya. Mula-mula mie digoreng agar lebih awet, gurih, dan cepat diolah.

Lalu menimbang-nimbang rasa yang pas untuk kuah itu. Dipilihnya kuah ayam karena yang netral. Ando membawa contoh mie instannya ke sebuah toko serba ada. Ternyata semuanya ludes hari itu juga. Waktu itu tahun 1958.

Halaman rumahnya tak cukup menampung pesanan. Ia memindahkan usahanya ke sebuah gudang kosong di Osaka. Di sana Ando membuat mie instant dibantu keluarganya.

Sejak itu perusahaan-perusahaan besar terus menerus ingin menjadi penyalur mie instannya.

Desember 1958, Ando menamai perusahaannya Nissin Foods. Beberapa bulan kemudian ia pindah ke sebuah pabrik seluas 20.000m2.

Ia menerima penghargaan Ordo Matahari Terbit Kelas II dari Pemerintah Jepang. Chicken Ramen dan Cup Noodles adalah produk-produk ciptaannya.

Tahun 1960 ia membuka pabrik kedua, dan tahun berikutnya lahir pabrik baru lagi.

Meski mie instant laris manis, Ia tak bosan-bosan bereksperimen untuk terus memperbaiki mutu. Bahkan ada keinginan memperkenalkan dan menjualnya ke luar negeri.

Untuk melihat semua kemungkinan itu, ia pergi berkeliling Eropa dan Amerika tahun 1966. Di sana ia melihat orang makan mie dengan garpu, tanpa kuah dan memakai piring, dan menyeruput mie dianggap tidak sopan.

Ia juga mengamati ada kaldu yang bisa dilarutkan dengan air panas tanpa harus dimasak. Ada gelas kertas sekali pakai dan kertas almunium sebagai wadah kedap udara.

Ando pun mendapat ilham membuat mie instant dalam wadah berbahan stereofoam, yang lantas ditutup rapat dengan lembaran aluminium. Mie gelas itu tidak perlu dimasak, cukup diseduh. Supaya tidak hancur terkocok-kocok, mie dibuat lebih tebal. Disediakan pula garpu untuk memakannya.

Di puncak keberhasilannya, Ando yang pada tahun 1988 genap berumur 77 tahun, membuka Foodeum di Shinjuku, Tokyo.

Gedung itu disebut pula ISTANA MIE karena mempunyai beberapa restoran mie, tempat disko, dan museum mie.

Mamofuku Ando meninggal di Ikeda, Osaka, 5 Januari 2007 pada umur 96 tahun. Meninggal dunia karena gagal jantung di Rumah Sakit Kota Ikeda, Prefektur Osaka

Peringatan 100 tahun kelahiran Momofuku Ando dirayakan pada 5 Maret 2010. Acara spesial berjudul Instant Ramen Hatsumei Monogatari : Ando Momofuku-den (Kisah Penemuan Mi Instan: Biografi Momofuku Ando) ditayangkan secara nasional oleh Tokyo Broadcasting System.

Dalam film dokumenter ini, Momofuku Ando diperankan oleh Ryji Harada, narasi oleh Kazuo Tokumitsu dan Miki Takai.

Prinsip utama dari darinya adalah, “Dunia damai kalau semua orang cukup makan”, “Makan yang benar membuatmu cantik dan sehat”, dan “Produksi makanan adalah melayani rakyat”. Ketiga butir prinsip tersebut dijadikan prinsip dasar kegiatan bisnis dan pengembangan produk Nissin Foods.

source: http://gugling.com/asal-mula-dan-penemu-mie-instant.html



Hendardji akan Sterilkan Gelandangan dari Ruang Publik

0 comments

Pasangan Hendardji-Riza mendaftarkan diri ke KPUD untuk maju ke Pemilukada Gubernur DKI, Juli 2012
Calon Gubernur Independen Hendardji Supandji akan memperhatikan sektor ekonomi informal. Selain itu, dia juga akan menstrerilkan gelandangan dari ruang publik.

Dalam pertemuannya dengan media di Polsek Jatinegara, Jakarta Timur, Hendardji mengutarakan visi misinya apabila terpilih menjadi Gubernur Jakarta 2012. Salah satunya adalah mengubah nasib warga Jakarta lapisan bawah.

"Jangan dilihat siapa yang paling kaya, tapi lihatlah siapa yang paling miskin, sektor-sektor informal harus diangkat agar bisa menolong masyarakat kecil," ujarnya Selasa (29/5).

Selain itu, Hendardji juga akan mengubah bantaran sungai menjadi pedestrian. Pengemis dan gelandangan yang ada dipinggiran jalan akan dimasukkan ke dalam panti rehabilitasi sosial.

"Tujuannya agar mental mereka dipulihkan, setelah itu akan dikembalikan di masyarakat dan mengembangkan sektor informal," ujarnya.

Dia menambahkan pengemis dan gelandangan tersebut nantinya juga akan dimanusiakan, seperti diberikan tempat tinggal yang layak.

Terkait dengan pembangunan rusunawa, Hendardji menegaskan bahwa rumah susun tidak diperuntukkan bagi masyarakat yang memiliki mobil. Pembangunan rusun akan dilakukan dan hanya masyarakat kelas menengah bawah saja yang boleh menempati rusun. "Masyarakat yang punya mobil tinggal di apartemen saja jangan dirusun," ujarnya.

Untuk mendukung usaha di sektor informal, Hendardji mengatakan bahwa lantai rusun yang paling bawah tidak boleh dijadikan tempat tinggal atau tempat parkir. Akan tetapi dijadikan sebagai tempat untuk membuka usaha.

Sedangkan untuk mengatasi kemacetan, Hendardji mengimbau masyarakat agar memilih tempat tinggal yang dekat dengan tempat kerja. Selain itu, Hendardji memprioritaskan jalan umum untuk transportasi massal dan akan memperbaiki transportasi massal dan jalan umum. Serta memperbaiki tata kota.


Sumber : republika.co.id / Kumpulan Informasi Menarik / Foto : Hendardji Supandji
Tags : Pilkada DKI, Tokoh

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Mr. Android © 2011 Design by Army Boots